Abstract
Beasiswa dapat dikatakan sebagai pembiayaan yang tidak bersumber dari pendanaan sendiri atau orang tua siswa, diberikan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas siswa dalam melaksanakan pendidikan. Penentuan siswa penerima beasiswa pada umumnya dilakukan melalui seleksi kelayakan, sebagaimana halnya dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Walisongo 2 Kota Depok. Proses penentuan kelayakan penerima beasiswa secara konvensional sering dihadapkan dengan permasalahan berupa kesalahan dalam pengambilan keputusan. Penggunaan metode Fuzzy Tsukamoto diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Fuzzy Tsukamoto dapat digunakan dan sangat tepat untuk menentukan kelayakan penerima beasiswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).References
Irmayansyah, Mrs. "Fuzzy Inference System Tsukamoto untuk Optimalisasi Jumlah Media Promosi Brosur di Sekolah Menengah Kejuruan." Teknois, vol. 6, no. 2, Nov. 2016, pp. 12-24, doi:10.36350/jbs.v6i2.37.
Kusumadewi, Sri. (2003). Artificial Intelligence. Graha Ilmu: Jogjakarta.
Mulyadi, D. (2018). The Implementation of Logic Fuzzy Mamdani Method as The Decision Support on The Gradual Selection of New Students. The Management Journal of Binaniaga. 3 (2): 23 - 38. doi: 10.33062/mjb.v3i2.256
Pressman, Roger S. (2012). Rekayasa Perangkat Lunak. Pendekatan Praktisi. Edisi 7. Yogyakarta: Andi
Restuputri, Dian Palupi, dkk. 2015. Analisi Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP)
Downloads
Download data is not yet available.